KABARJAWA – Menjelang Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, warna merah dan putih berkibar megah di hampir setiap sudut jalan Gunungkidul.
Namun, ada pemandangan unik. Di antara deretan bendera Merah Putih, berdiri gagah umbul-umbul berwarna kuning dan merah yang justru jumlahnya di beberapa tempat melampaui sang saka.
Masyarakat mengenal umbul-umbul itu sebagai Podhang Ngisep Sari, simbol khas Bumi Handayani. Namun, tak sedikit warga, terutama generasi muda, keliru.
Mereka mengaitkannya dengan fenomena bendera One Piece yang sedang viral di berbagai daerah. Perdebatan pun merebak.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul segera meluruskan informasi. Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menegaskan bahwa Podhang Ngisep Sari sama sekali tidak berkaitan dengan bendera One Piece.
“Itu umbul-umbul, bukan bendera bajak laut. Podhang Ngisep Sari adalah kearifan lokal dan identitas Gunungkidul,” tegasnya.
Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto.
Ia menjelaskan, Podhang Ngisep Sari menjadi salah satu simbol resmi Kabupaten Gunungkidul pada momen-momen penting.
“Warna merah dan kuning itu identitas lokal. Podhang Ngisep Sari kita pasang saat peringatan kemerdekaan, tradisi bersih desa atau rasulan, dan berbagai acara adat. Ini bukan sekadar hiasan, tapi bagian dari sejarah dan kebanggaan masyarakat,” ujar Johan.
Tidak berhenti di situ, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Gunungkidul, Agus Mantara, mengurai sejarah Podhang Ngisep Sari.
Ia mengungkap, sebelum berbentuk umbul-umbul, simbol ini awalnya berupa panji atau bendera dengan warna dasar kuning dan lingkaran merah di tengah, mirip bendera Jepang.
“Dulu itu panji resmi. Tapi pada 1982, bentuknya diubah menjadi umbul-umbul agar mudah dipahami masyarakat,” jelas Agus.
Menurut Agus, setiap kabupaten/kota di DIY memiliki panji khusus dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Warna dan bentuknya berbeda-beda, mengikuti sejarah serta kearifan lokal masing-masing daerah.
“Secara filosofi, Podhang Ngisep Sari bermakna semangat membangun. Ia menjadi simbol optimisme masyarakat Gunungkidul dalam menghadapi tantangan zaman,” tutup Agus. (ef linangkung)
Hiburan
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Lifestyle
