KabarJawa.com – Di lereng perbukitan Kalibawang, Kulon Progo, Super Donal Farm Degan di Banjararum berkembang sebagai contoh peternakan modern yang menggabungkan inovasi, ketekunan, dan ketahanan pangan.
Peternakan bebek petelur ini menjadi rujukan berbagai pihak dalam pengembangan peternakan berbasis masyarakat. Kepala Bidang Produksi dan Pengembangan Usaha Peternakan Dinas Pertanian Kulon Progo, Bambang Dwi Sukristiyana Riyanta, S.Pt., MM., menyampaikan bahwa Super Donal Farm merupakan salah satu peternakan andalan daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa peternakan unggulan ini terus berkembang dengan standar yang tinggi,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah mesin pencuci telur rancangan Heri Sulistya, inovator lokal.
Mesin berbahan SUS 304 (stainless steel food grade) ini bekerja dengan tenaga motor ¼ HP dan mampu mencuci 15 butir telur per 30 detik atau sekitar 1.800 butir per jam. Kecepatan ini tidak mungkin dicapai secara manual.
Dua unit mesin telah digunakan mitra Alfamart di Muntilan, dan satu unit tambahan disiapkan untuk pemesan di Kalasan. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana teknologi sederhana mampu membantu peternak kecil menembus pasar ritel modern.
Di kandang utama, Super Donal Farm memelihara 550 ekor bebek Mojosari Albino dalam tiga kelompok umur: 7 bulan, 9 bulan, dan lebih dari 1 tahun. Populasi sebelumnya mencapai 1.350 ekor sebelum wabah ND (tetelo) berdampak besar pada 2024, menyebabkan 430 ekor bebek jatuh sakit.
Pengelola kemudian memperkuat sistem kesehatan ternak melalui manajemen vaksin ketat dan penambahan herbal dalam pakan selama musim pancaroba, sehingga daya tahan ternak meningkat.
Kandang kini kembali aktif dengan aktivitas bebek yang stabil. Suara hewan ternak tersebut menciptakan suasana khas peternakan rakyat yang kembali pulih setelah masa sulit.
Ketahanan Pakan Mandiri dan Peluang Pengembangan Peternakan
Super Donal Farm juga menerapkan sistem pakan mandiri untuk menjaga kualitas produksi. Peternak meramu campuran pakan sendiri, terdiri dari MBM, SBM, jagung, kebi, garam, premix, limestone, dan vitamin. Dengan formula ini, pengelola memiliki kontrol penuh terhadap nutrisi ternak.
Pakan produksi Super Donal Farm dijual kepada peternak lain dengan harga Rp 340.000 per zak (pellet) dan Rp 330.000 per zak (mash). Saat ini tujuh peternak mitra menggunakan pakan tersebut, menunjukkan tingkat kepercayaan yang semakin meningkat.
“Saat ini, tujuh peternak mitra sudah menggunakan pakan produksi Super Donal Farm, sebuah bukti kepercayaan sekaligus peluang bisnis yang terus tumbuh,” terangnya.
Super Donal Farm menjadi gambaran bagaimana peternakan rakyat dapat naik kelas dengan dukungan inovasi, pendampingan, serta manajemen produksi yang baik.
Dari mesin pencuci telur hingga pakan mandiri, dari pemulihan wabah hingga terbentuknya jejaring mitra, seluruh aktivitas bergerak menuju penguatan ketahanan pangan Kulon Progo.
Dengan pembinaan berkelanjutan, Super Donal Farm berpeluang menjadi model peternakan modern yang produktif dan berkelanjutan.
Hiburan
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Lifestyle
