Revitalisasi Terumbu Karang Berujung Maut, Ini Kronologi Mahasiswa KKN UGM Meninggal di Maluku


Dua mahasiswa KKN UGM dikabarkan meninggal dunia saat menjalankan kegiatannya di Maluku, berikut kronologi kejadian lengkapnya (Facebook// Humas Pemda DIY)

KABAR JAWA– Baru-baru ini, terjadi peristiwa kecelakaan perahu yang berkaitan dengan dunia pendidikan Indonesia.

Muncul kabar adanya dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas di wilayah perairan Maluku Tenggara.

Diketahui bahwa kedua mahasiswa tersebut terlibat dalam program lingkungan bertajuk Revitalisasi Terumbu Karang, yang merupakan bagian dari aktivitas KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat).

Kegiatan tersebut semula bertujuan mulia, namun berubah menjadi duka mendalam ketika bencana laut menghantam kelompok peserta KKN di tengah perjalanan.

Lalu, seperti apa kronologi kejadian ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Kronologi Mahasiswa KKN UGM Meninggal di Maluku Saat Revitalisasi Terumbu Karang

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, insiden kecelakaan laut ini terjadi pada Selasa, 1 Juli 2025, di Perairan Debut, Kabupaten Maluku Tenggara.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kegiatan yang dijalankan oleh para mahasiswa ini merupakan bagian dari misi pelestarian lingkungan di bawah Unit KKN-PPM Manyeuw.

Dua mahasiswa yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut adalah Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo.

Mereka merupakan anggota tim yang tergabung dalam pembangunan terumbu karang buatan atau Artificial Patch Reef (APR).

Dalam salah satu tahap kegiatan tersebut, para mahasiswa perlu mengumpulkan pasir sebagai bahan konstruksi untuk pembangunan APR.

Semuanya bermula ketika Septian, Bagus, dan lima mahasiswa UGM lainnya berangkat bersama lima warga lokal menggunakan dua perahu motor menuju lokasi pengambilan pasir.

Awalnya, aktivitas mereka berjalan lancar hingga seluruh tim memutuskan kembali ke daratan setelah pengambilan pasir selesai dilakukan.

Namun dalam perjalanan pulang, cuaca laut mulai berubah drastis.

Gelombang tinggi disertai angin kencang tiba-tiba menghadang perjalanan mereka.

Salah satu perahu motor yang ditumpangi kelompok mahasiswa terbalik karena tidak mampu menahan kerasnya hantaman ombak.

Dalam insiden itu, lima mahasiswa berhasil diselamatkan oleh warga dan tim penyelamat.

Namun, nasib berbeda dialami oleh Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo.

Septian ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tak lama setelah kejadian.

Sementara, Bagus sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh warga sekitar yang turut melakukan pencarian.

Duka dan Simpati Mengalir dari Berbagai Pihak

Tragedi ini menimbulkan duka mendalam bagi berbagai pihak, termasuk keluarga, Universitas Gadjah Mada hingga pemerintah setempat.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pernyataan resminya juga menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas dedikasi kedua mahasiswa yang gugur dalam tugas pengabdian ini.

Terjadi Saat Pulang

Jadi kesimpulannya, dua mahasiswa KKN UGM meninggal usai menjalankan kegiatan kegiatan Revitalisasi Terumbu Karang di Maluku. Tepatnya, dalam perjalanan pulang setelah mengambil pasir.

Adapun identitas dua mahasiswa UGM yang tewas adalah Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo.

Demikian kronologi lengkap meninggalnya dua mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada di Maluku dalam kegiatan Revitalisasi Terumbu Karang.***



Hiburan

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Lifestyle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *