Huawei tampaknya masih sangat lihai dalam menjaga kerahasiaan dapur pacu chipset Kirin mereka, terutama untuk varian yang belum naik panggung secara resmi.
Namun, seiring dengan antusiasme pasar yang tinggi, rahasia mengenai kehadiran Kirin 8030 perlahan mulai terungkap ke permukaan melalui bocoran hangat dari seorang informan di platform Weibo.
Dikutip dari GSM Arena, Kamis (5/2/2026), chipset ini diproyeksikan sebagai otak baru untuk jajaran ponsel kelas menengah Huawei di masa depan, yang kemungkinan besar akan menjadi tulang punggung bagi seri Nova dan Enjoy terbaru.
Sebagai gambaran, seri Nova 15 yang baru saja beredar masih mengandalkan Kirin 8020, sehingga kehadiran Kirin 8030 ini dipastikan membawa angin segar bagi para penggemar setia produk Huawei.
Jika membedah sisi teknisnya, Kirin 8030 dikabarkan masih menggunakan fondasi node N+2 milik SMIC, yang secara fundamental merupakan teknologi FinFET 7nm. Meski jika dibandingkan dengan standar global saat ini teknologi tersebut terkesan tertinggal beberapa tahun, pengguna tidak boleh melupakan perjuangan luar biasa di balik layarnya.
SMIC dan Huawei pada dasarnya harus “membangun ulang” seluruh ekosistem industri semikonduktor dari nol karena berbagai keterbatasan akses teknologi luar. Namun, keterbatasan tersebut justru memicu kreativitas teknis yang mengagumkan, di mana Huawei berhasil melakukan optimalisasi kecepatan clock yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Arsitektur CPU pada Kirin 8030 nantinya akan mengandalkan inti inti Taishan buatan mandiri yang memiliki konfigurasi delapan inti yang sangat bertenaga. Rinciannya terdiri dari satu inti super besar dengan kecepatan mencapai 2,8 hingga 3,0 GHz, didampingi oleh tiga inti menengah di angka 2,4 hingga 2,6 GHz, serta empat inti kecil untuk efisiensi di kisaran 1,8 hingga 2,0 GHz.
Lompatan ini terasa sangat signifikan jika kita membandingkannya secara langsung dengan Kirin 8020 yang hanya memiliki inti super besar di kecepatan $2,28$ GHz. Dengan peningkatan angka yang cukup drastis ini, pengalaman berpindah aplikasi dan menjalankan tugas berat akan terasa jauh lebih mulus di mata pengguna.
Menariknya, performa single-core dari Kirin 8030 ini digambarkan setara dengan Snapdragon 888 yang legendaris, bahkan diklaim mampu melampauinya dalam urusan pengujian multi-core. Hal ini menjadi catatan penting mengingat Snapdragon 888 dahulu diproduksi dengan teknologi 5nm milik Samsung yang lebih rapat.
Meskipun node 7nm Huawei secara teori lebih lebar, fokus optimalisasi yang dilakukan Huawei justru bertujuan untuk memberikan performa stabil tanpa kendala panas berlebih yang sempat menjadi isu pada chip buatan kompetitor tersebut.
Di sektor visual, chipset ini akan dibekali GPU Maleoon yang ambisius dalam mengejar target frame rate tinggi hingga 100-120fps pada judul gim tertentu.
Tak hanya soal tenaga murni, Kirin 8030 sebagai desain baru juga membawa deretan teknologi mutakhir seperti modem Barong 5G yang sudah mendukung jaringan sub-6GHz maupun mmWave. Sektor kecerdasan buatan juga tak luput dari pembaruan lewat NPU Leonardo da Vinci yang kekuatannya disebut-sebut mendekati performa AI pada Snapdragon 8 Gen 2.
Di tengah kemajuan SMIC yang mulai memproduksi massal node N+3 (5nm) tanpa perangkat keras EUV, kehadiran Kirin 8030 di jalur 7nm menjadi bukti nyata bahwa Huawei masih mampu menghadirkan perangkat kelas menengah yang kompetitif dan berdaya saing tinggi di pasar global.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film
