KABARJAWA– Ribuan pasang mata akan kembali menyaksikan gegap gempita pasukan bergodo dalam Festival Bergodo Mbantul Kawulo Mataram 2025.
Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul resmi menggelar perhelatan budaya akbar ini pada Minggu, 31 Agustus 2025 pukul 13.00–17.30 WIB.
Lapangan Trirenggo, yang menjadi jantung Kabupaten Bantul, menjadi titik start sekaligus garis finis festival yang sarat makna sejarah ini.
Festival Bergodo Mbantul Kawulo Mataram 2025
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah panggung kebanggaan untuk meneguhkan identitas budaya Mataraman.
Pihaknya ingin masyarakat melihat bahwa seni tradisi bergodo tetap hidup, tetap gagah, dan tetap layak menjadi ikon Bantul.
Ratusan prajurit bergodo akan memulai perjalanan dari Lapangan Trirenggo. Mereka bergerak ke timur menuju Pertigaan Ring Road Nogosari, kemudian melanjutkan langkah tegap ke utara hingga Perempatan Kantor BPN.
Dari titik ini, barisan berbelok ke barat menuju RSUD Panembahan Senopati, lalu menyusuri jalan ke selatan melewati SMP 1 Bantul, SMA 2 Bantul, dan Polsek Bantul. Akhirnya, pasukan kembali berbelok ke timur, menutup perjalanan di garis finis Lapangan Trirenggo.
“Total rute mencapai 3,5 kilometer, menjadikan suasana menjadi tambah semarak,” ujarnya.
Seperti tahun sebelumnya, festival dibuka dengan Upacara Bergodo yang diikuti seluruh regu peserta serta tamu undangan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati Bantul menjadi inspektur upacara, menandai mulainya parade budaya dengan penghormatan penuh wibawa. Momen ini akan menjadi magnet bagi masyarakat, karena setiap barisan bergodo akan menunjukkan disiplin, kekompakan, dan semangat Mataraman yang membara.
Persaingan 10 Regu Bergodo
Tahun ini, 10 regu bergodo dari berbagai komunitas di Kabupaten Bantul siap menampilkan atraksi terbaik. Tidak hanya memperebutkan penilaian resmi juri yang berpusat di depan Kantor BPN Bantul, para regu juga bersaing untuk mendapatkan predikat Bergodo Terfavorit.
Gelar ini berdasarkan kekompakan pasukan saat memberi penghormatan di panggung kehormatan Lapangan Trirenggo. Antusiasme penonton akan menjadi salah satu tolok ukur, membuat ajang ini semakin seru dan penuh intrik.
Festival budaya ini tidak hanya memanjakan mata dengan barisan prajurit bergodo. Penyelenggara juga menghadirkan panggung hiburan yang menampilkan penyanyi ibu kota, Nufi Wardana.
Dengan alunan pop akustik khasnya, Nufi membakar semangat penonton dan menambah daya tarik festival. Kehadirannya membuat festival tahun ini terasa lebih meriah, menyatukan nuansa tradisi dengan sentuhan modern.
Saryadi menekankan bahwa festival ini merupakan ruang bagi pecinta dan pelaku seni bergodo untuk mempertontonkan kemampuan mereka.
Festival Bergodo Mbantul Kawulo Mataram menjadi ajang kebanggaan, wadah pelestarian, sekaligus daya tarik wisata budaya Bantul.
Ia berharap acara tahunan ini bisa menjadi magnet baru yang mendongkrak pariwisata, sekaligus memperkuat identitas Bantul sebagai daerah dengan tradisi budaya yang kokoh. (ef linangkung)
Hiburan
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Lifestyle
