Mahasiswa Playen Ditemukan Tewas di Sumur, Diduga Sengaja Akhiri Hidup


Tim gabungan mengevakuasi korban dari dasar sumur sedalam 12 meter di Kalurahan Logandeng, Playen. (Dok Damkar Gunungkidul)

KABARAJAWA — Suasana tenang Dusun Logandeng RT 24 RW 25, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, mendadak berubah menjadi mencekam.

Jumat siang yang semula biasa, berubah menjadi hari penuh duka saat warga mendapati seorang pemuda bernama Yahya Awaludin Abdul H. (22 tahun) tergeletak tak bernyawa di dasar sumur sedalam 12 meter. Polisi menyatakan korban sengaja mengakhiri hidupnya.

Kapolsek Playen AKP Sofyan Susanto menyebut Yahya masuk ke dalam sumur secara sadar. Korban nampaknya sengaja mengakhiri hidup setelah melihat kondisi sekitar lokasi kejadian.

“Korban masuk sendiri ke dalam sumur. B*n*h d*r*,” tegasnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Kronologi Penemuan dan Evakuasi

Peristiwa tragis itu bermula sekitar pukul 13.30 WIB. Seorang warga bernama Yanto, tetangga korban, mendengar suara benda jatuh yang disertai suara “blurr” dari arah belakang rumah. Ia segera mengecek ke arah sumur di rumah Mbah Yanti, nenek korban, dan mendapati tutup asbes sumur dalam keadaan terbuka.

Yanto langsung memeriksa sekitar sumur dan mendapati sepasang sandal Swallow milik Yahya tergeletak di bibir sumur. Kecurigaannya menguat karena Yahya dikenal selalu memakai sandalnya ke mana pun, bahkan untuk keluar rumah sebentar pun tak pernah dilepasnya.

Tanpa menunda, Yanto memanggil tetangganya yang lain dan meminta bantuan. Saksi kedua lantas menghubungi petugas Damkar Kabupaten Gunungkidul serta BPBD setempat. Laporan masuk ke UPT Damkar Gunungkidul dan langsung ditanggapi dengan sigap.

Tim penyelamat yang tergabung dalam unit Damkar Gunungkidul, BPBD DIY, GES, Gading Rescue, hingga Save Rescue Indonesia segera meluncur ke lokasi. Mereka tiba sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung menyiapkan peralatan evakuasi.

Sumur yang mereka hadapi memiliki kedalaman total 12 meter, dengan 6 meter di antaranya terisi air. Diameter sumur hanya sekitar 1,2 meter dan hanya memiliki pelindung dinding setinggi 50 cm.

Pada pukul 15.29 WIB, salah satu anggota tim rescue turun ke dasar sumur. Dalam waktu sembilan menit, tepat pukul 15.38 WIB, mereka berhasil mengangkat tubuh Yahya yang sudah mengambang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Tim medis segera memberi pertolongan pertama. Detak nadi masih terasa meski lemah. Ambulans langsung membawa korban ke RS Nur Rohmah untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil. Dokter rumah sakit menyatakan Yahya meninggal dunia tak lama setelah tiba.

Polisi Ungkap Dugaan Akhiri Hidup

Kapolsek Playen, AKP Sofyan Susanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi dan memeriksa lokasi kejadian secara menyeluruh. Ia menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain.

“Semua bukti mengarah pada kesimpulan bahwa korban sengaja mengakhiri hidupnya,” ungkapnya.

Kepala UPT Damkar Gunungkidul, Handoko, membenarkan bahwa peristiwa ini termasuk kategori laka sumur, meski motifnya mengarah pada tindakan bunuh diri. Ia menyoroti pentingnya keamanan infrastruktur rumah tangga, terutama sumur tradisional.

“Kami imbau masyarakat agar memperkuat perlindungan sumur dan memastikan penutupnya aman. Kejadian seperti ini bisa dicegah jika aspek keselamatan lebih diperhatikan,” tegasnya.

Catatan untuk Bantuan:

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan mental, cemas, atau berpikir untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan. Anda bisa menghubungi tenaga profesional, psikolog, atau layanan konseling terdekat. Layanan seperti Lifeline Indonesia, Sejiwa (KemenPPPA), atau Halo Kemenkes dapat membantu. Anda tidak sendirian, dan bantuan tersedia.



Hiburan

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Lifestyle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *